Makanan
adalah kebutuhan pokok bagi makhluk hidup, selain sandang (pakaian) dan
papan (rumah). Manusia membutuhkan makanan berat rata-rata tiga kali
sehari demi mencukupi kebutuhan energinya untuk beraktivitas. Dan
kadangkala masyarakat tidak berada di rumah pada saat mereka merasa
lapar, dan memilih untuk makan di luar seperti di kedai, di pinggir
jalan, warteg atau restoran.
Selain makanan berat manusia juga
membutuhkan makanan ringan untuk menahan lapar, misalnya ketika mereka
berada di saat-saat tidak dalam jam makan. Biasanya yang dipilih untuk
menahan lapar tersebut adalah roti, snack, atau cemilan yang bisa
dinikmati rasanya.
Saung Miss Potato (SMP) adalah konsep
saung (kedai: bahasa Sunda) yang menyediakan aneka kentang goreng sebagi
produk utama dan digabungkan dengan makanan cepat saji harga bombastis,
yaitu burger dan hotdog Rp. 4000,-, minuman seperti teh, pop ice, dan
kopi, serta fasilitas free hot spot yang akan membuat pengunjung betah
berlama-lama di kedai ini. SMP menawarkan pengalaman makan makanan
ringan ala western dengan harga lokal, dilengkapi suasana santai dengan
bentuk saung (kedai).
Peluang membuka kedai makanan ringan di
sekitar kampus masih sangat tebuka, karena tempat sekitar kampus
merupakan populasi tempat tinggal mahasiswa yang notabene menyukai
aktivitas tongkrongan dan berkumpul bersama kawan-kawan mereka sambil
menyantap makanan ringan disertai minuman. Kedai ini juga bisa menjadi
tempat untuk janjian, menunggu orang, chatting dan browsing internet
maupun diskusi. Karena dilengkapi fasilitas free hot spot dan harga
makanan dan minuman yang sangat terjangkau bagi kalangan mahasiswa.
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan antara SMP dengan kedai-kedai pada umumnya adalah:
1. Makanan ala barat (fried potato & burger) harga harga mahasiswa.
2. Minuman ala kafe (kopi & jus) dengan harga mahasiswa.
3. Layanan konsumen yang lebih akrab oleh sesama mahasiswa.
4. Pembelian bisa seperti jajan (beli untuk dibawa pulang).
5. Desain kedai yang nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong.
6. Free hot spot area.
Tahap awal dari Business Plan ini
adalah membuka gerai seluas 10x10 meter atau 100 meter persegi. Lama
kelamaan target jangka panjang yang ingin dicapai adalah membuka
kedai-kedai di daerah sekitar kampus lain.
2. BISNIS
2.1. Konsep Bisnis
Saung Miss Potato (SMP) adalah konsep
kedai yang mnyediakan kentang goreng sebagi menu utama digabungkan
dengan burger & hotdog harga bombastis, dan minuman-minuman seperti
kopi, teh, dan jus. SMP menawarkan makanan ala barat dengan harga
mahasiswa serta suasana tempat santai bagi mahasiswa.
Kedai ini rencananya akan dibuka di
sekitar STAIN Purwokerto, yaitu di Jl. Let. Jend pol. Soemarto,
Purwanegara, Purwokerto Utara. Rencana jangka menengahnya adalah
melakukan ekspansi di sekitar kampus Unsoed. Rencana jangka panjagnya
membuka gerai di berbagai lokasi kampus di kota-kota di Indonesia.
Kedai SMP ini lebih mirip dengan rumah
makan lesehan yang ber-menu kafe. Ruangan dibentuk untuk tujuan tempat
kumpul dan santai. Prediksi peluang dibukanya kedai ini dikarenakan
belum adannya tempat berkumpul bagi mahasiswa dengan suasana nyaman dan
sajian menu ringan. Di sekitar kampus hanya ada warung makan yang tidak
bisa dijadikan tempat khusus nongkrong dan berkumpul. Padahal ada hobi
mahasiswa yang bisa dimanfaatkan sebagi lahan bisnis, yaitu hobi
kumpul-kumpul, ngobrol, dan mengonsumsi makanan dan minuman ringan.
Semua itu menjadi gaya hidup tersendiri selama dalam perjalanan sebagai
mahasiswa yang mungkin hanya berlala sekali saja bagi sebagian
mahasiswa.
Adapun hal-hal yang ditawarkan untuk membedakan antara SMP dengan kedai-kedai pada umumnya adalah:
a) Makanan ala barat (fried potato & burger) tapi harga mahasiswa.
b) Minuman ala kafe (kopi & jus) tapi harga mahasiswa.
c) Layanan konsumen yang baik dan akrab, karena pelayannya adalah mahasiswa juga.
d) Bisa juga membeli untuk dibawa pulang, seperti jajan di warung.
e) Desain kedai yang nyaman untuk dijadikan tempat nongkrong.
f) Free hot spot yang bisa dimanfaatkan untuk refreshing dan mengerjakan tugas.
2.2 Produk yang Ditawarkan
Walaupun nama kedai in adalah “Saung
Miss Potato” yang berarti menu utamanya adalah kentang goreng, namun
juga dilengkapi dengan burger dan hotdog. Serta aneka minuman yang bisa
jadi teman santai, yaitu kopi, teh, dan jus.
a) Menu Makanan
SMP menawarkan makanan ringan berupa
aneka kentang goreng, yaitu kentang goreng crispy, kentang goreng biasa
dengan berbagai macam rasa (original, balado, pedas, dan barbeque), dan
kentang ulir goreng.
Kemudian untuk mengantisipasi bagi
konsumen yang mungkin ingin mengganjal perut dan lebih kenyang,
ditawarkan pula burger & hotdog dengan harga mahasiswa.
b) Menu Minuman
SMP menyajikan aneka minuman berikut:
- Kopi dengan berbagai rasa, yaitu kopi biasa, kopi susu, espresso, white coffee, dan kopi kapucino mint.
- Teh berupa es teh manis, teh manis hangat, dan teh tawar.
- Jus berupa jus instan dari pop ice, dan jus buah (alpukat, tomat, mangga, dan strobery).
- Minuman jeruk, berupa es jeruk dan jeruk hangat.
- Sedia juga air tawar gratis.
c) Harga
Harga yang ditawarkan oleh kedai SMP
ini adalah harga mahasiswa yang tentunya lebih murah dari harga menu di
kedai-kedai lainnya. Berikut daftar harganya:
- Kentang goreng aneka rasa dan crispy Rp. 3.000/ 100gram.
- Kentang ulir goreng Rp. 4.000 s/d Rp. 10.000 sesuai ukuran kentang.
- Burger Rp. 4.000,-
- Hotdog Rp. 4.500,-
- Teh panas dan es teh Rp. 2.000,-
- Teh tawar Rp. 500,-
- Jeruk Rp. 2.500,-
- Kopi Rp. 2.500,-
- Jus Alpukat Rp. 4.000,-
- Jus Mangga Rp. 3.000,-
- Jus Tomat Rp. 2.500,-
- Pop ice Rp. 2.500,-
Kami juga nantinya akan berexperimen
untuk menemukan menu-menu makanan dan minuman baru agar dapat
meningkatkan jumlah pelanggan.
3. PEMASARAN
3.1. Gambaran Pasar
Strategi pemasaran sebagai permulaan
bisnis ini dengan memperkenalkan merek, mengundang konsumen,
meningkatkan pembelian dengan berbagai promosi. Area pemasaran utama
adalah di sekitar lokasi kampus STAIN Purwokerto yang terdapat banyak
mahasiswa berlalu lalang.
Promosi merupakan bagian dari proses
pemasaran. Promosi sangat mempengaruhi kelancaran dan keberhasilan suatu
usaha. Kami melakukan promosi produk kami melalui sejumlah media baik
elektronik, cetak, iklan di radio maupun promosi langsung dari mulut ke
mulut. Promosi melalui media elektronik dilakukan dengan membuka semacam
on-line shop di berbagai jaringan sosial yang kini marak di dunia maya,
serta melalui blog dan jejaringan sosial facebook dan twitter. Promosi
melalui media cetak kami lakukan dengan membuat pamflet, serta
mengiklankan produk kami di media massa. Promosi dari mulut ke mulut
kami lakukan dengan mendatangi langsung kelompok-kelompok mahasiswa
seperti di kampus, dan perusahaan.
3.2. Target Pasar
Pasar sasaran dari kedai Saung Miss
Potato (SMP) ini adalah para mahasiswa, pelajar yang ada di lokasi
setempat, dan penduduk setempat baik anak-anak, remaja ataupun dewasa.
Karena produk yang ditawarkan memang cocok untuk berbagai kalangan,
namun lebih diseting khsus untuk diminati oleh mahasiswa. Lokasinya pun
memang bertempat di sekitar kampus yang notabene populasi tempat tinggal
(kost dan kontrakan) mahasiswa.
Bisnis ini berharap tingkat pembelian
ulang oleh konsumen cukup tinggi. Dan konsumen yang berdatangan akan
terus-menerus datang ke kedai ini dan akhirnya menjadi pelanggan tetap.
3.3. Pesaing dan Kondisi Persaingan
Persaingan berkaitan dengan produk
belum ada di sekitar kampus yang menawarkan produk makanan ringan ini.
Persaingan dalam hal layanan dan fasilitas memang ada beberapa warung
makan yang berbentuk tempat lesehan dan bisa dijadikan tempat kumpul.
Hanya saja belum ada yang memberikan ruang bebas untuk berkumpul, hanya
bisa berkumpul selama durasi makan dan jika lebih lama, akan ada rasa
rikuh dan tidak enak kepada pemilik warung. Hal tersebut disebabkan
pemilik warung semuanya bukan dari kalangan mahasiswa, tetapi ibu-ibu
rumah tangga.
SMP juga menawarkan fasilitas free hot
spot area yang belum ada di tempat makan lain di sekitar kampus.
Kemudian dalam segi harga, kami harus bersaing dengan pemilik tempat
makan nasi rames yang harganya sama dengan cemilan kentang goreng produk
kami, kebutuhan terhadap nasi jauh lebih besar ketimbang makanan
ringan. Selain itu, makanan cemilan masih bisa dibeli oleh mahasiswa
dari swalayan kampus yang sama-sama menawarkan harga mahasiswa.
Walaupun demikian, hal tersebut justru
memberikan motivasi bagi kami untuk melakukan inovasi dan kreasi saat
merasakan persaingan tersebut saat praktek bisnis ini nantinya. Tentunya
dengan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh pesaing
kami, dan berbagai potensi yang masih terpendam yang dapat kami bangun
nantinya.
4. ORGANISASI DAN MANAJEMEN
4.1. Operasional
Dalam menjalankan usaha Saung Miss
Potato (SMP) ini kami menggunakan prinsip “GITAR” yaitu berusaha dengan
Giat, Inovatif, Terampil, Agama, dan Rajin. Dalam mencapai motto diatas
cara yang dilakukan adalah dengan membentuk sebuah cara kerja dengan
GITAR.
Pertama, dalam menjalankan usaha mujair
mini kriuk-kriuk agar mencapai kesuksesan adalah melakukan kegiatan
usaha ini dengan sikap Giat. Giat disini dalam arti bekerja dengan tekun
dan dengan rasa tanggung jawab, karena tugas utama seorang usaha adalah
dapat mempertanggung jawabkan produknya kepada konsumen. Jadi dengan
hal tersebut mampu menjadi sebuah motivasi untuk bekerja dengan giat.
Kedua, dalam mencapai sebuah kesuksesan
dari usaha ini adalah dengan bekerja secara “Inovatif”. Usaha ini akan
menciptakan produk baru dengan rasa yang lezat dan bergizi dari
sebelumnya.
Ketiga, cara selanjutnya adalah dengan
bekerja dengan “Terampil”. Dalam hal ini terampil maksudnya adalah dalam
melakukan kegiatan usaha ini adalah diperlukan sikap terampil dalam
membuat produknya. Terampil diperlukan untuk membangun sebuah usaha yang
mampu menciptakan produk yang unik dan menarik.
Keempat, Cara yang digunakan untuk
mencapai kesuksesan usaha ini adalah dengan “Agama”. Maksudnya adalah
dalam melakukan kegiatan usaha ini harus tetap berdoa dan berusaha. Doa
merupakan sebuah kunci keberhasilan disamping usaha yang giat. Dengan
mengingat agama dalam kegiatan usaha maka kegiatan usaha yang dijalankan
akan lancar. Sebagai manusia yang beragama Semua usaha dan keberhasilan
tidak akan terjadi tanpa adanya usaha, doa dan oleh izin Tuhan Yang
Maha Esa. Jadi Berdoa setelah berusaha merupakan suatu kunci penting
dalam menjalankan sebuah usaha.
Kelima, merupakan suatu cara terakhir
yang dijalankan adalah dengan menjalankan usaha secara “RAJIN”.
Maksudnya rajin dalam bekerja dan rajin menghormati satu sama lain.
Rajin dalam segala aspek, terutama dalam hal keanggotaan dalam usaha
ini. Rajin saling mengingatna, rajin menerima kritik dan saran yang baik
dan sebagainya. Hal tersebut diatas merupakan untuk membuat sebuah
usaha yang dijalakankan menuju jalan kesuksesan.
4.2. Job Diskripsi
Manajer : Iim Rohimah
Bagian Administrasi : Lukluk Atun Nafisah
Bagian Pelayanan Konsumen : Khosois Kafya Hani
Mukaromah
Bagian kebersihan : Lukman Alim
5. RENCANA KEUANGAN
5.1. Modal Awal
Biaya untuk pengadaan modal awal usaha
ini adalah Rp. 25.000.000,- yang terdiri dari sewa tempat 1 Tahun, bahan
baku selama 20 hari kerja (satu bulan), peralatan, promosi, gaji 2
orang karyawan.
Rician pengeluaran modal awal dalam rangka memulai bisnis ini kedai SMP adalah memerlukan hal-hal berikut:
1. Sewa tempat plus meja kursi selama satu tahun : Rp. 5.000.000,-
2. Pengeluaran perhari x 20 hari
a) Kemasan
- Plastik Kentang goreng Rp. 25.000
- Plastik kresek Rp. 15.000
- Gelas plastik Rp. 8.500
- Sedotan Rp. 10.000
______________________________________________+
Jumlah 20@Rp. 58.500,- = Rp. 1.170.000
b) Bahan baku
1) Kntang Goreng
- 10 kg kentang 5@Rp. 4.500/kg = Rp. 45.000
- 2 liter minyak goreng 2@Rp. 12.000/kg= Rp 24.000,-
- 2 sdt kapur sirih Rp. 350,-
- Garam Rp. 1000,-
- Atom bumbu Rp. 1.000
- Cabe giling AIDA Rp. 2.500
- Saus Rp. 5.000
- Tepung maizena 1 kg Rp. 10.000
- Tepung goreng Rp. 8.000
______________________________________________+
Jumlah 20@Rp. 73.850,- = Rp. 1.500.000,-
2) Burger & Hotdog
- Roti burger 40@Rp. 1.000 = Rp. 40.000
- Roti Hotdog 40@Rp. 1.000 = Rp. 40.000
- Sosis Ayam 20@Rp. 1.000= Rp. 20.000
- Sosis Sapi 20@Rp. 1.000= Rp. 20.000
- Patties Burger 40@Rp. 1.100= Rp. 44.000
- Bawang bombay 1kg Rp. 12.000
- Mentimun 2kg 2@Rp. 3.000= Rp. 6.000
- Selada 1kg Rp. 7.000
- Tomat 1kg Rp. 4.000
- Mentega 2 sacshet 2@Rp. 4.500= Rp. 9.000
- Saus tomat Rp. 5.000
- Saus sambal Rp. 5.000
- Packaging Burger 40@Rp. 350= Rp. 14.000,-
- Packaging Hotdog 40@Rp. 350= Rp. 14.000,-
______________________________________________+
Jumlah 20@Rp. 240.000,-= Rp. 4.800.000,-
3) Minuman
- Teh tubruk Rp. 1. 000
- Kopi 75gram 5 sacshet 5@Rp. 4.000=Rp. 20.000
- Pop Ice 5 pack (10 sacshet) beda rasa 5@Rp. 9.200=Rp. 46.000
- Gula pasir 2 kg 3@Rp. 10.000= Rp. 20.000
- Alpukat 1 kg Rp. 16.000
- Tomat jus 1 kg Rp. 5.000
- Jeruk peras 1kg Rp. 8.000
- Es Batu 5 balok 5@1000= Rp. 5.000
______________________________________________+
Jumlah 20@Rp. 121.000,-= Rp. 2.420.000,-
c) Transportasi 20@Rp. 10.000,-=Rp. 200.000,-
d) Peralatan
- Wajan Rp. 50.000
- Susuk Rp. 15.000
- Peniris Rp. 15.000
- Pemanggang Burger & Hotdog Rp. 100.000
- Pencapit Rp. 15.000
- Pembalik Rp. 25.000
- Pisau Sayur dan buah Rp. 25.000
- Pisau oles Rp. 11.000
- Gelas 2 lusin Rp. 50.000
- Sendok 2 lusin Rp. 25.000
- Piring Rp. 50.000
- Cup kentang goreng 2 lusin Rp. 100.000
- Blender Rp. 200.000
______________________________________________+
Jumlah Rp. 681.000,-
e) Properti
- Banner 2x4 meter Rp. 200.000
- Banner menu 1x2 meter Rp. 50.000
- Banner depan 50x4 meter Rp. 50.000
______________________________________________+
Jumlah Rp. 300.000,-
f) Pemasaran dan Promosi
- Selebaran pamflet 20 lembar 20@Rp. 3.000= Rp. 60.000
- Web hosting Rp. 99.000
______________________________________________+
Jumlah Rp. 159.000
g) Fasilitas
- Pasang WiFi (hot spot area) per bulan Rp. 700.000
- Tikar Rp. 100.000
______________________________________________+
Jumlah Rp. 800.000
h) Gaji karyawan 7 orang 4@Rp. 800.000= Rp. 3.200.000
Jadi, total biaya untuk memulai bisnis ini adalah Rp. 25.000.000,-
5.2. Kalkulasi Keuntungan Per-Bulan
5.2.1. Pengeluaran
Pengeluaran seperti tercantum dalam modal awal dianggap sama tiap bulannya, yaitu terdiri dari:
a) Bahan baku
- Kentang Goreng Rp. 1.477.000,-
- Hotdog & Burger Rp. 4.800.000,-
- Minuman Rp. 2.420.000,-
b) Transportasi Rp. 200.000,-
c) Gaji karyawan Rp. 3.200.000
d) Hotspot Rp. 500.000
e) Kemasan Rp. 1.170.000,-
________________________________________+
Jumlah Rp. 13.790.000,-
Jadi pengeluaran biaya dalam sebulan adalah Rp. 13.790.000,-
5.2.2. Pemasukan
Pemasukan dihitung dari harga jual,
perkiraan jumlah terjual setiap hari selama sebulan (20 hari kerja).
Dirincikan sebagai berikut:
Nama Produk Jumlah penjualan per-hari Jumlah pemasukan per-bulan (dikali 20 hari)
Kentang goreng crispy Rp.3.000x40= Rp. 60.000 Rp 2.400.000
Kentang goreng biasa Rp.3.000x40= Rp. 60.000 Rp. 2.400.000
Kentang ulir Rp.4.000x20= Rp. 80.000 Rp. 1.600.000
Burger Rp.4.000x35= Rp. 140.500 Rp. 2.800.000
Hotdog Rp.4.500x40= Rp. 180.000 Rp. 3.600.000
Es Teh Rp.2.000x40= Rp.80.000 Rp. 1.600.000
Kopi Rp. 2.500x15= Rp. 37.500 Rp. 750.000
Es Jeruk Rp. 2.500x15= Rp. 37.500 Rp. 750.000
Pop Ice Rp.2.500x20= Rp. 50.000 Rp. 1.000.000
Jus Alpukat Rp. 4.000x10= Rp. 40.000 Rp. 800.000
Jus Tomat Rp. 2.500x5= Rp. 12.500 Rp. 250.000
Jus Mangga Rp. 3.000x5= Rp. 15.000 Rp. 300.000
Teh Tawar Rp.500x5= Rp. 2.500 Rp. 50.000
Jumlah Total Rp. 18.300.000
Jadi jumlah laba bersih per-bulan adalah Rp. Rp. 18.300.000-13.790.000= Rp. 4.510.000,-
Kemungkinan kembali modal adalah dalam jangka waktu 5,5 bulan.
6. PENUTUP
Dalam menjalankan bisnis ini lebih
diutamakan pengalaman, dan menampung hobi serta kebiasaan mahasiswa.
Perjalanan bisnis ini akan dijadikan sebagi bahan pembelajaran untuk
membangun ekonomi keluarga dan masyarakat setelah lulus kuliah nanti.
Adapun segi keuntungan yang diperoleh, penghasilan bersih cukup
memuaskan dan bisa dijalankan sebagai prospek bisnis yang menguntungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar